Hari Bumi

Hari Bumi

Hari Bumi

“Kalian sudah tahu belum kalau besok sekolah kita akan ada acara?” tanya Stevia.

Beni menggeleng. Bayu terlihat berfikir keras. Edo menatap Stevia. “Lho, acara apa Stev?” jawab Maya.

“Iya, acara apa?” Beni, Bayu, Edo kompak menambahkan.

“Waduh… pada belum tahu ternyata. Tanggal 22 April besok sekolah kita mengadakan acara memperingati hari bumi, nama acaranya Go Green,” jelas Stevia.

“Owalah… maaf-maaf kebanyakan nonton vlog jadi kudet dunia sekolah,” canda Bayu.

“Wuu… vlog terus! Jangan melupakan lingkungan sekolah dong!” seru Maya.

Potret kedekatan kelima anak itu bisa dilihat setiap hari. Jam istirahat mereka ngobrol asyik tentang “Go Green”, acara yang akan diadakan minggu depan bertepatan dengan hari bumi. SD Suka Makmur mengajak para siswa untuk melakukan penanaman seribu pohon.

Bayu yang sangat menyukai dunia imajinasi, lalu ia berkhayal sedang berada di kerajaan suka makmur. Di Kerajaan itu ada lima anak ksatria terpandang di negeri itu yaitu Bayu, Beni, Edo, Stevia, dan Maya yang baik hati dan memiliki janji untuk menjaga bumi. Namun diam-diam ada satu anak yang sebenarnya dari keluarga jahat yang ingin merusak bumi yaitu Bayu. Bayu berpura-pura menjadi baik agar tidak ditangkap dewan kehormatan kerajaan. Hari itu para ksatria dan anak-anak sedang menanam pohon. Beni, Edo, Stevia, Maya bersemangat menanam pohon. Bayu sejak tadi takut jika semua pohon ditanam. Artinya bumi menjadi hijau dan asri. Bayu tak suka hal itu. Saat keempat kawannya menanam pohon ke 999, Bayu berniat mengucapkan mantra agar semua pohon mati kering. Benar saja, saat Edo menanam pohon yang ke 999 Bayu bergumam, “Bimsalabim… Jangan tumbuh… dan bruuk” Langit menjadi gelap gulita, tiba-tiba ada kilat menyambar Bayu yang kemudian membeku. Keempat kawannya kebingungan dan bersedih melihat Bayu membeku. Tiba-tiba turunlah seorang peri dari langit, “Hai anak-anak, jangan kalian bersedih, dia hanya ingin merusak pohon yang kalian tanam.” “Dia kawan kami peri,” sahut Maya. “Iya memang, tapi dia hanya berpura-pura. Sebagai balasannya, dia aku kutuk menjadi pohon ke 1000,” ucap peri. Cling… Bayu berubah menjadi pohon besar yang rindang. Tiba-tiba…..

“Hey… Bayu jangan bengong terus!” gertak Maya.

“Maaf-maaf… sampai mana kita tadi?” sahut Bayu.

“Wuuu… besok kamu bawa bibit pohon akasia ya?” tanya Stevia.

“Iya, baiklah…” jawab Bayu.

Selesai membahas tentang tugas “Go Green” Bayu menceritakan apa yang dikhayalkannya. Mereka tertawa karena ceritanya.

Oleh: Fadiya Nadira G.

Kelas 5B