PASKA Kemendikbud Gali Ide-Ide Implementasi PPK Disejumlah Sekolah

Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) undang 10 kepala sekolah dari berbagai wilayah di Tanah Air untuk menceritakan bagaimana mengimplementasikan praktik baik Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Senin (23/7). Sebab keberhasilan PPK sesungguhnya terletak dari ide sekolah untuk menggali hal-hal unik dan kiat-kiat praktis dalam mengimplementasikan PPK di sekolah.

“Kami undang 10 kepala sekolah, lima dari SD dan lima lainnya dari SMP. Mereka punya ide-ide unik dalam mengimplementasikan PPK ini,” kata Hendarman, Kepala PASKA Kemendikbud, Senin (23/7).

Dalam dialog yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut tercermin bahwa sekolah tidak harus mencari ide yang sulit dan berbiaya mahal dalam menerapkan PPK. Ide-ide sederhana yang digali dari lingkungan sekitar, justeru berhasil menanamkan dan menguatkan karakter siswa.

SMP N 3 Palangkaraya, Kalimantan Tengah misalnya. Sekolah tersebut menerapkan kebiasaan berjabat tangan dengan guru setiap pagi saat siswa baru datang ke sekolah.

“Ide itu sederhana, tetapi kami terapkan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter,” kata Kepala SMPN 3 Palangkaraya Ginarhad.

Selain itu, sekolah juga melibatkan komunitas masyarakat, orangtua dan instansi lain dalam mengimplementasikan PPK. Misalnya dengan kepolisian untuk menanamkan disiplin berlalu lintas pada siswa. Lalu dengan BNN untuk mencegah siswa dari penyalahgunaan narkoba.

Hal yang sama juga dilakukan SMPN 1 Gorontalo. Kepala SMPN 1 Gorontalo Hany Tanua mengatakan pelibatan komunitas orangtua siswa dalam penguatan pendidikan karakter membuat sekolah terutama pada Sabtu dan Minggu nyaris tak pernah sepi dari kegiatan.

“Orangtua terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, bahkan acapkali dalam pembiayaan kegiatan siswa,” jelasnya.

Di SDN Ungaran 1 Kota Yogyakarta, praktik baik penguatan pendidikan karakter dilakukan dengan tiga fokus yakni pembiasaan, literasi dan ekstrakurikuler.

Selain tiga sekolah tersebut, PASKA Kemendikbud juga mengundang 7 sekolah lainnya untuk berbagi tentang ide-ide menariknya dalam implementasi PPK. Mereka adalah Kepsek SDPN 037 Sabang, Kota Bandung, Kepsek SDN 5 Lembang Cina, Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Kepsek SDN 2 Sumbawa, NTB, Kepsek SDN Serang 3 Banten, Kepsek SMPN 38 Medan, Kepsek SMPN 1 Lamongan Jatim, dan Kepsek SMPN 3 Malang Jatim.

Ari Budiman, Staf Ahli Mendikbud bidang Pembangunan Karakter mengatakan PPK kini menjadi isu strategis yang gencar dilakukan Kemendikbud sebagai wujud dukungan Kemendikbud terhadap Gerakan Revolusi Mental yang digagas Presiden Jokowi. Melalui Permendikbud nomor 20 tahun 2018, Kemendikbud telah menyusun tentang Penguatan Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan Formal.

“Sampai akhir tahun 2017, kurang lebih 64.213 sekolah telah mengimplementasikan PPK ini,” lanjut Ari.

Masing-masing sekolah jelas Ari tentu memiliki keunikan dan cara yang praktis dalam mengimplementasikan PPK ini. Praktik baik PPK ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pedoman praktis bagi kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk dapat mengimplementasikan PPK di sekolah masing-masing.

“Harapannya inspirasi dan praktik baik PPK ini dapat membantu mempercepat implementasi PPK di Indonesia sesuai amanah Perpres Nomor 87 tahun 2017 tentang PPK. Bahwa pada 2019 seluruh sekolah telah mengimplementasikan PPK,” tutupnya.




Artikel Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan